SIDIKALANG.METROJAKARTANEWS.ID, Sidikalang - Kualitas proyek peningkatan jalan provinsi ruas Simpang Sukarame - Salak, Kabupaten Pakpak Bharat, Sumatera Utara, senilai Rp17,6 Miliar dipertanyakan.
Pasalnya, pelaksana proyek PT. PUTRI SEROJA MANDIRI diduga tetap menghampar material hotmix saat hujan deras mengguyur lokasi, Sabtu (27/9/2026) malam.
Baca Juga:
Disdik Sumut Minta Dokumen Dana BOS SMAN 2 Sidikalang TA 2025, Salah Satu Sekolah Pemeriksaan BPK di Dairi
Pantauan di lapangan, satu unit asphalt finisher masih beroperasi di tengah hujan lebat. Padahal secara teknis, penghamparan hotmix dalam kondisi hujan sangat dilarang karena akan merusak kualitas jalan.
Proyek yang bersumber dari APBD Provinsi Sumatera Utara TA 2026 ini diketahui memiliki data sebagai berikut:
Nilai Kontrak: Rp 17.692.200.000,-
Nomor Kontrak: 620/473/KTR/PTD-BMCK-SDK/VI/2026.
Baca Juga:
Laka di SM Raja Sidikalang, Pemotor 17 Tahun Patah Tangan dan Robek Kepala
Tanggal Kontrak: 16 Juli 2026. Penyedia Jasa: PT. PUTRI SEROJA MANDIRI. Masa Pelaksanaan: 17 Juli - 13 Desember 2026 (150 Hari Kalender).
Pantauan MetroJakartaNews.id, vidio yang diterima redaksi dari salah satu warga, menunjukkan dengan jelas kondisi aspal yang dihampar di atas genangan air.
Hal ini berpotensi menyebabkan aspal tidak merekat sempurna, berpori, dan cepat rusak dalam hitungan bulan.
Seorang ahli konstruksi jalan dilokasi perbaikan jalan diseputaran Sidikalang yang namanya enggan disebutkan menjelaskan, standar Bina Marga mewajibkan penghentian pekerjaan hotmix saat hujan.
"Suhu ideal hotmix diatas 120 derajat, jika terkena air hujan akan langsung drop dan menyebabkan segregasi," kata sumber, dikonfirmasi MetroJakartaNews.id, Kamis (1/10/2026).
Publik mendesak Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution dan Kadis BMBKCK Provsu untuk turun langsung melakukan pemeriksaan dan memberikan sanksi tegas kepada penyedia jasa jika terbukti mengabaikan spesifikasi teknis.
Proyek jalan provinsi ini merupakan akses vital bagi masyarakat Pakpak Bharat menuju Sidikalang, sehingga kualitasnya sangat diharapkan dapat bertahan lama, bukan asal jadi.
Terpisah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) kegiatan tersebut, Daud Sembiring, dihubungi MetroJakartaNews.id melalui WhatsApp tidak memberikan jawaban.
MetroJakartaNews.id, mendatangi kantor (UPT) Dinas Bina Marga, Bina Konstruksi Dan Cipta Karya (DBM-BMCK) Sidikalang, tidak menemukan pegawai di kantor itu.
[Redaktur: Fernando]