SIDIKALANG.METROJAKARTANEWS.ID, Sidikalang - Cerita tentang pengawasan terhadap pekerjaan pengaspalan Hotmix tentunya kita harus berangkat dari prosedur kerja (SOP) lalu spesifikasi dari bentuk atau wadah pekerjaan apa yang sedang kita lakukan. Janganlah aksi lebih dulu, timbul reaksinya di belakangan hari, akhirnya hasilnya asal jadi.
Berita ini berawal dari kekecewaan seorang aktivis PENA NUSANTARA BERSATU, Bung Daniel Hams tentang pengaspalan Hotmix waktu yang lalu tepatnya Rabu malam, 21 Oktober 2026 sekitar pukul 21:30 WIB - 12:30 WIB berlanjut pula pengaspalannya tersebut ke pukul 01:30 WIB - 03:00 WIB dini hari, sepertinya tak ada lagi hari esok yang lebih cerah dan lebih segar lagi buat melaksanakan kegiatan tersebut atau diduga kegiatan ini adalah K dikali K, agar target tercapai dan selesai tanpa memperhitungkan kualitas dan kuantitas pekerjaan pengaspalan tersebut.
Baca Juga:
Dua Bocah Jadi Korban, Warga Kuta Gambir Minta Polres Dairi Tertibkan Balap Liar di Ringroad
"Saya sangat menyayangkan dan kesal akan hasil dari pekerjaan malam ini yang tanpa memikirkan KUALITAS dan KUANTITAS kerja. Semuanya ini adalah anggaran dari pemerintah Kabupaten Dairi, yang notabene di bagi-bagilah dikit-dikit agar semua masyarakat Dairi kebagian makna dari perbaikan infrastruktur tersebut,"_ ucap Bung Hams dikonfirmasi MetroJakartaNews.id, Kamis (5/11/2026)
Masih hitungan Minggu setelah pengaspalan tersebut, terbukti sudah yang saya khawatirkan dan saya komplain bahkan beritanya di naikkan, ucap Hams
Wawancara yang menjadi pertanyaan
"Mengapa harus memaksakan kehendak para pengawas PU BINA MARGA ini, menganjurkan untuk menghampar aspal Hotmix dengan situasi media pekerjaan masih basah akibat hujan besar baru turun.....??? Alhasil sia-sia tak ada sebulan hasilnya kelihatan, jalan lapis baru Hotmix tersebut sudah retak-retak memanjang dan boleh dikatakan SUDAH RUSAK...!!!." konfirmasi Bung Hams Kepada Pengawas Penghamparan jalan merdeka
Baca Juga:
Kebakaran Saat Hujan Deras di Sidikalang Dairi, 1 Rumah Hangus
Kejadian ini tak lain dan tak bukan tepatnya di lokasi kejadian Jl. Sitellu Nempu (Merdeka) Sidikalang, dan banyak masyarakat / netizen yang sudah melihat dan memeriksa kebenaran dari retakan-retakan pengaspalan yang baru hitungan Minggu.
Harapan masyarakat / netizen, Pemkab Dairi harus menyikapi kejadian ini, cari ahli (Konsultan) yang mampu dan telaten bekerja di bidangnya janganlah sampai terjadi lagi hal yang sama dengarkan suara rakyat kecil saat memberikan tanggapannya, jangan semaumu saja...!!!
Pesan khusus buat Pak Kadis PUTR Pak Berutu.....tolong pelatihan lagilah saat pemahaman anda tentang Spesifikasi pengaspalan Hotmix tersebut kurang memahami ataupun mengerti prosesnya, sehingga anda mampu mengucapkan kata FITNAH kepada masyarakat atau kontrol sosial sebab memeriksa pekerjaan yang kalian lakukan. Tandas sang aktivis HAMS
Mana yang dikatakan PENGAWASAN serta buat apa Konsultan dibayar Pemerintah bila kualitas pengaspalan Hotmix saja terkesan asal jadi.
Hingga berita ini diturunkan, Kadis PUTR, PPK belum memberikan klarifikasi resmi terkait retaknya Hotmix Jl. Merdeka Sidikalang tersebut.
[Redaktur: RoPang]