SIDIKALANG.METROJAKARTANEWS.ID, Sidikalang - Kondisi parit di Jalan Taruna, Kelurahan Kuta Gambir, Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi menuai sorotan tajam dari warga.
Parit yang seharusnya menjadi saluran pembuangan air tersebut kini tersumbat total, dipenuhi tumpukan sampah dan air menggenang berwarna hijau kehitaman yang menimbulkan bau tak sedap.
Baca Juga:
Akurasi Pendataan Dipertanyakan, Keluarga Miskin di Dairi Terdata Desil 8
Akibat parit tersumbat, air limbah meluap ke badan jalan dan pemukiman warga. Lingkungan menjadi kumuh, jorok, dan dikhawatirkan menjadi sarang penyakit.
Lebih mirisnya lagi, warga mengaku sudah beberapa kali menyampaikan keluhan kepada pihak kelurahan setempat, namun diduga pihak kelurahan mengabaikan keluhan warga tersebut.
"Kami sudah pernah lapor ke kelurahan pak, tapi sampai sekarang tidak ada tindakan. Parit ini sudah lama sumbat, sampah menumpuk, airnya tidak mengalir. Akhir-akhir ini hujan deras, kita takutkan apabila terus dibiarkan bisa-bisa air masuk ke dalam rumah," keluh salah seorang warga kepada MetroJakartaNews.id, Minggu (4/10/2026).
Baca Juga:
Disdik Sumut Minta Dokumen Dana BOS SMAN 2 Sidikalang TA 2025, Salah Satu Sekolah Pemeriksaan BPK di Dairi
Warga menilai pihak kelurahan terkesan tutup mata terhadap persoalan kebersihan dan infrastruktur lingkungan yang sangat vital bagi kesehatan masyarakat.
Melalui media ini, warga meminta perhatian serius dari Pemkab Dairi, khususnya Bupati Dairi Vickner Sinaga dan Dinas Lingkungan Hidup serta Dinas PUPR Kabupaten Dairi untuk segera turun ke lokasi.
"Warga minta perhatian Pemkab Dairi, tolong parit kami dibersihkan, jangan biarkan kami hidup di lingkungan yang kotor dan bau seperti ini," pintanya.
Masyarakat berharap pemerintah tidak hanya fokus pada pembangunan jalan besar, tetapi juga memperhatikan drainase dan parit di pemukiman warga agar tercipta lingkungan yang bersih, sehat, dan layak huni.
Terpisah, Lurah Kuta Gambir, Anissa Fonisa Nasution, saat dihubungi MetroJakartaNews.id melalui WhatsApp hanya membaca pesan, tidak menjawab konfirmasi wartawan hingga berita ini diturunkan.
[Redaktur: Fernando]