SIDIKALANGNEWS.ID, Sidikalang - Persoalan pemerataan bantuan sosial kembali menjadi perhatian di Kelurahan Kuta Gambir, Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara.
Dua keluarga lansia mengaku beberapa tahun belakangan tidak menerima bantuan pemerintah, meski kondisi ekonomi dan kesehatan mereka membutuhkan perhatian.
Baca Juga:
Kebakaran di Sidikalang Dairi, Seorang Balita Meninggal Dunia
Salah satunya Sahat Kudadiri (71), warga Jalan Batu Kapur, Lingkungan I, Kelurahan Kuta Gambir. Menurut keluarganya, Sahat sudah sekitar empat tahun tidak menerima bantuan sosial maupun bantuan beras.
Nurlela Kudadiri, pihak keluarga, mengatakan bahwa dalam kurun waktu tersebut Sahat hanya pernah mendapatkan beras sekitar enam bulan lalu, yang disebut berasal dari bantuan milik penerima lain.
"Selama empat tahun kemarin tidak dapat beras. Sekitar enam bulan lalu punya orang dikasihkan kepada bapak kata Kepling. Saya melihat beberapa penerima bantuan beras saat ini, menurut saya kondisinya tidak lebih membutuhkan dibandingkan bapak," ujar Nurlela kepada SidikalangNews.id, Jumat (25/9/2026).
Baca Juga:
Pemkab Dairi Minta Dukungan Masyarakat Fungsikan Jalan Ringroad, Truk Jumbo Dilarang Masuk Kota Mulai 1 Oktober 2026
Nurlela mengaku telah beberapa kali mempertanyakan kondisi tersebut kepada Kepala Lingkungan (Kepling) I Kuta Gambir. Namun, menurutnya, pihak Kepling menjelaskan bahwa penentuan penerima bantuan dilakukan dari pemerintah pusat.
"Saat ditanya kenapa bapak tidak dapat beras atau bantuan lain, Kepling hanya menjawab penentuannya dari pusat," katanya.
Selain Sahat, kondisi serupa juga dialami Julaspan Sagala (66). Ia disebut telah mengalami stroke selama sekitar empat tahun dan kini lebih banyak terbaring di tempat tidur. Istrinya, Leteria Kaloko, juga mengalami gangguan kesehatan dan sudah lama tidak dapat bekerja.
Julaspan sebelumnya berprofesi sebagai petani. Dari pernikahannya, ia dikaruniai empat orang anak. Tiga anak telah berkeluarga dan tinggal terpisah, sementara seorang anak tinggal bersama untuk membantu merawat kedua orang tuanya.
Menurut Leteria, kondisi ekonomi keluarga semakin sulit karena mereka tidak lagi mampu bekerja seperti sebelumnya.
"Kami tidak pernah dapat bantuan apapun. Sebelumnya kami memang berdagang. Sekitar tahun 2016 saya tidak bisa jualan lagi karena sakit. Kami berdua sudah lama sakit-sakitan. Suami saya stroke dan tidak bisa bicara lagi, sudah empat tahun. Saya juga tidak bisa bekerja lagi kurang lebih 10 tahun," ujar Leteria saat dikonfirmasi SidikalangNews.id, Jumat (25/9/2026).
Dia berharap pemerintah dapat melihat langsung kondisi keluarganya dan memberikan perhatian, baik dalam bentuk bantuan ekonomi maupun pelayanan kesehatan.
"Kami sangat memohon bantuan pemerintah," harapnya.
Mereka pun berharap pendataan penerima bantuan sosial dapat terus dievaluasi agar bantuan diberikan kepada masyarakat yang benar-benar memenuhi kriteria sesuai ketentuan.
Pihak keluarga Sahat maupun Julaspan berharap Dinas Sosial Kabupaten Dairi bersama instansi terkait dapat melakukan verifikasi dan evaluasi terhadap kondisi mereka serta memberikan penjelasan mengenai mekanisme pendataan dan penetapan penerima bantuan.
Khusus bagi Julaspan dan istrinya, keluarga juga berharap Dinas Kesehatan Kabupaten Dairi dapat memberikan perhatian terhadap kondisi kesehatan keduanya.
Terpisah, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Dairi, Tumpal Pasaribu, saat dikonfirmasi SidikalangNews.id mengatakan akan mengecek hal dimaksud.
"Kita cek dulu kebenarannya ya, administrasi dan lapangan, on proses," sebut Tumpal.
[Redaktur: Fernando]