SIDIKALANG.METROJAKARTANEWS.ID, Sidikalang - SMAN 1 Sidikalang mengundang orang tua dan komite sekolah dalam Rapat Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) TA 2026/2027, Senin (2/11/2026).
Rapat yang dihadiri orang tua siswa dan Komite Sekolah tersebut berlangsung transparan. Pihak sekolah memaparkan seluruh Surat Pertanggung Jawaban (SPJ) 2025 dan sisa uang SPP kepada peserta rapat.
Baca Juga:
Hotmix Dihampar setelah Hujan, Belum Hitungan Bulan Anggaran Sudah Sia-sia, Hotmix Retak Memanjang, PPK, Kadis PUTR Bungkam
Kepala Sekolah (Kasek) SMAN 1 Sidikalang, Ronald Pasaribu, dalam rapat tersebut menegaskan komitmen transparansi pengelolaan dana sekolah.
"Kita boleh usulkan ada auditor independen dari orang tua, karena kami tidak tau mana tau ada dari orang tua yang berkenan menjadi auditor kami sangat setuju biar semua semakin transparan, tapi agak capeklah sedikit yang diperiksa dan yang memeriksa kalau boleh yang masih energik lah," ujar Ronald Pasaribu.
Pernyataan tersebut disambut positif oleh orang tua dan Komite Sekolah. Dengan dipaparkannya SPJ 2025 secara terbuka, SMAN 1 Sidikalang dinilai telah memberikan contoh baik dalam pengelolaan dana pendidikan yang akuntabel.
Baca Juga:
Dua Bocah Jadi Korban, Warga Kuta Gambir Minta Polres Dairi Tertibkan Balap Liar di Ringroad
Sebelumnya, rapat juga sempat diwarnai pertanyaan dari orang tua siswa soal gaji Tenaga Kependidikan (Tendik).
Namun dengan adanya pemaparan SPJ ini, semua pertanyaan terjawab dengan bukti pertanggungjawaban yang jelas. Ini menjadi wujud nyata transparansi Dana SPP di SMAN 1 Sidikalang.
Dalam kesempatan tersebut, Kasek Ronald Pasaribu juga menegaskan 5 prinsip sumbangan SPP sesuai peraturan perundang-undangan yaitu:
1. Tidak wajib dan tidak mengikat
2. Tidak ditentukan jumlah atau jangka waktu pembayaran
3. Tidak menimbulkan diskriminasi terhadap peserta didik
4. Tidak menjadi syarat memperoleh layanan pendidikan
5. Dikelola secara transparan dan akuntabel sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Salah satu orang tua siswa Boru Siburian dalam pantauan MetroJakartaNews di SMAN 1 Sidikalang mengatakan sangat mengapresiasi keterbukaan pihak sekolah.
"Dengan keterbukaan pihak sekolah pemaparan laporan pertanggungjawaban keuangan sekolah, kita sangat mengapresiasi bapak ibu pihak sekolah, tetapi sekarang bagi kami orang tua kita pertanyakan bagaimana program sekolah kedepannya supaya kami orang tua tau apakah ada program baru sekolah," ujarnya.
Dengan adanya keterbukaan SPJ dan usulan auditor independen, orang tua kini berharap pihak sekolah juga memaparkan program-program baru sekolah ke depan agar sinergi antara sekolah, komite, dan orang tua semakin kuat.
Sementara Ketua Komite SMAN 1 Sidikalang mengatakan, rapat pleno biasanya bulan Juli atau Agustus, alasannya ada regulasi yang berubah poin secara teknis, tidak boleh ada yang mengikat.
"Jadi perlu kita bicarakan ada perhatian dari orang tua untuk membantu sekolah, sesuai SK kami, disini syarat pengurus komite dari orang tua, untuk periode kedepannya boleh lah dari orang tua lainnya supaya bisa menjadi pengurus komite juga," katanya.
[Redaktur: Ropang]