SIDIKALANG.WAHANANEWS.CO, Sidikalang - Pengendara motor dan mobil yang pakai BBM non-subsidi, siap-siap. Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis RON 92 ke atas diprediksi mengalami kenaikan atau setidaknya ditahan mulai 1 September 2026.
Melansir cnbcindonesia.com, proyeksi ini mengacu pada 2 indikator utama penentu harga BBM di Indonesia: harga minyak mentah dunia dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Baca Juga:
Baru Kerja 20 Hari, ART Wakil Ketua DPRD Solo Gasak Perhiasan Belasan Juta
Harga Minyak Dunia Naik 4% Lebih
Sepanjang Agustus 2026, harga minyak dunia kompak naik. Berdasarkan data _Refinitiv_ yang dikutip CNBC Indonesia, Senin (31/8/2026):
Minyak Brent naik 4,74% ke level US$87,96 per barel. Bulan Juli ada di US$83,97 per barel.
Minyak WTI naik 4,47% ke level US$82,29 per barel. Bulan Juli ada di US$78,76 per barel.
Baca Juga:
Guruh Soekarnoputra Tutup Usia 73 Tahun, PDIP Kibarkan Bendera Setengah Tiang 7 Hari
Lonjakan ini dipicu ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Konflik AS-Israel dengan Iran membuat pasar khawatir terhadap pasokan. Apalagi Selat Hormuz jadi sorotan. Sekitar 20% pasokan minyak global dunia mengalir lewat jalur tersebut.
"Sebelum perang pecah, sekitar 20% pasokan minyak global mengalir melalui jalur tersebut. Karena itu, setiap gangguan di kawasan ini bisa langsung memengaruhi harga minyak," tulis CNBC Indonesia.
Untungnya, tekanan mulai mereda di akhir Agustus. Pasar dapat kabar baik soal kemungkinan pembukaan kembali Selat Hormuz dan tambahan pasokan minyak.