Rupiah Justru Menguat, Jadi Penyeimbang
Berbeda dengan minyak, rupiah justru menguat sepanjang Agustus 2026. Ini jadi faktor penyeimbang.
Data _Refinitiv_ mencatat rupiah menguat 1,32% dari Rp17.990/US$ di akhir Juli menjadi Rp17.752/US$ pada perdagangan 31 Agustus 2026.
Baca Juga:
Iran Sodorkan Damai 7 Hari, Trump Malah Senewen dan Siap Jatuhkan Bom Lagi
Secara rata-rata bulanan, rupiah juga menguat 0,98% ke level Rp17.810,33/US$ dari sebelumnya Rp17.987,09/US$.
Dampak ke Dompet Masyarakat
Dengan minyak naik tapi rupiah menguat, pemerintah dan Pertamina masih menghitung ulang. Hasilnya akan diumumkan jelang 1 September 2026.
Jika tidak ada kebijakan penahanan, BBM non-subsidi seperti Pertamax, Pertamax Turbo, Shell, BP, dan Vivo berpeluang naik.
Baca Juga:
Rumah Diskon 70 Persen hingga Duit Rp850 Juta, Kasus Bupati Gowa Makin Terbuka
Selain itu, risiko geopolitik belum selesai. Serangan ke kilang minyak Rusia di Ukraina masih jadi perhatian karena bisa mengganggu pasokan minyak global.
Masyarakat diimbau memantau pengumuman resmi harga BBM terbaru dari Pertamina dan Kementerian ESDM pada akhir Agustus ini.
[Redaktur: Fernando]