“Di data disebutkan rumah keramik dan dinding beton. Kenyataannya rumah kami hanya lantai semen dan semi permanen. Rumah itu pun merupakan peninggalan orang tua saya,” katanya.
Pransekda berharap Dinas Sosial Dairi dapat membantu memastikan kembali kondisi keluarganya melalui verifikasi lapangan.
Baca Juga:
Disdik Sumut Minta Dokumen Dana BOS SMAN 2 Sidikalang TA 2025, Salah Satu Sekolah Pemeriksaan BPK di Dairi
“Saya berharap pemerintah melalui Dinas Sosial Kabupaten Dairi dapat membantu proses penurunan desil saya yang sangat tinggi, karena menurut saya data tersebut tidak sesuai dengan kondisi kami,” tandasnya.
Warga Pertanyakan Mekanisme Perubahan Data
Persoalan tersebut kemudian memunculkan pertanyaan mengenai mekanisme perubahan atau pemutakhiran data sosial ekonomi masyarakat.
Saat dikonfirmasi MetroJakartaNews.id di Kantor Dinas Sosial Kabupaten Dairi pada 29 September 2026, salah seorang pegawai menyampaikan bahwa perubahan desil menunggu proses dari pemerintah pusat.
Baca Juga:
Laka di SM Raja Sidikalang, Pemotor 17 Tahun Patah Tangan dan Robek Kepala
“Kita tunggu saja, Pak. Itu kan penurunan desil dari pusat BPS,” ujar pegawai tersebut.
Pernyataan itu menjadi perhatian warga yang berharap pemerintah daerah tidak hanya menunggu perubahan data dari pusat, tetapi juga memastikan kondisi faktual masyarakat melalui mekanisme verifikasi dan pemutakhiran data yang berlaku.
Warga menilai, apabila terdapat ketidaksesuaian antara kondisi ekonomi sebenarnya dengan data yang tercatat, perlu ada tindak lanjut agar data masyarakat dapat diperbarui sesuai kondisi terkini.