SIDIKALANG.METROJAKARTANEWS.ID, Sidikalang - Sejumlah warga di Desa Sitinjo II, Kecamatan Sitinjo, Kabupaten Dairi mempertanyakan keberadaan dan pelayanan kios pupuk yang disebut kerap dalam kondisi tutup saat warga membutuhkan pupuk untuk lahan pertanian.
Kondisi tersebut membuat petani mengaku kesulitan memperoleh pupuk untuk memenuhi kebutuhan tanaman, khususnya tanaman jagung, sehingga terancam gagal panen.
Baca Juga:
Hotmix Dihampar Saat Hujan, PPK Peningkatan Jalan Provinsi di Pakpak Bharat Rp17,6 Miliar Bungkam
"Jika kios pupuk selalu tutup, harus membeli pupuk dari mana? Kita berharap ada kejelasan mengenai jadwal pelayanan serta ketersediaan pupuk bagi petani," kata salah seorang warga, enggan disebut namanya, dikonfirmasi MetroJakartaNews.id, Sabtu (3/10/2026).
"Kemana pupuk kami selama 3 bulan ini. Kami butuh pupuk subsidi karena kalau beli yang non subsidi mahal. Kami terancam gagal panen. Kami meminta kepada pemerintah mengevaluasi kios yang tidak melayani kelompok," tambah warga yang merupakan anggota kelompok tani itu.
Warga pun meminta dinas terkait melakukan pengecekan langsung ke lapangan, termasuk memastikan distribusi dan pelayanan kios pupuk berjalan sebagaimana mestinya.
Baca Juga:
Akurasi Pendataan Dipertanyakan, Keluarga Miskin di Dairi Terdata Desil 8
Mereka juga berharap pihak pengelola kios memberikan penjelasan terbuka mengenai kondisi kios, ketersediaan pupuk, serta mekanisme pembelian pupuk bagi petani.
Pasalnya, pupuk merupakan salah satu kebutuhan penting dalam proses budidaya tanaman. Apabila kebutuhan pupuk tidak terpenuhi pada waktu yang diperlukan, petani khawatir dapat mempengaruhi pertumbuhan dan hasil produksi.
Terpisah Oberlin Pasaribu, pengusaha kios pupuk di Sitinjo II mengatakan, Senin (5/10/2026-red) pupuk akan turun dan dibagikan.
"Kebetulan Sabtu sore pupuk kita turun. Hari Senin kita bagikan, terkait toko tutup, maaf istri saya sakit, akan kita perbaiki lae," katanya, Sabtu (3/10/2026).
Terpisah, Kabid Sarana dan Prasarana
Swandi Tumanggor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Dairi Swandi Tumanggor dikonfirmasi membenarkan keluhan warga itu.
"Beberapa kali sudah ada pengaduan dari masyarakat bahwasanya kios tersebut sering tutup. Kita akan tindak kios yang selalu tutup. Hari ini akan kita coba kordinasi dengan kios tersebut," kata Swandi, Senin (5/10/2026).
[Redaktur: Fernando]