SIDIKALANG.WAHANANEWS.CO, Sidikalang - Warga Kelurahan Batang Beruh, Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, mempertanyakan kondisi Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) yang menyala hingga 24 jam. Mereka khawatir pemborosan ini akan membebani anggaran daerah.
Pantauan WahanaNews.co di lokasi, salah satu tiang LPJU di Batang Beruh masih menyala terang di siang hari. Padahal fungsi lampu jalan seharusnya hanya aktif pada malam hari.
Baca Juga:
Total Utang Kopdes Merah Putih Rp240 Triliun, Cicilan Pertama Rp37 Triliun Mulai Ditagih
"Ini baru salah satu lampu jalan yang hidup 24 jam. Masih banyak lampu yang selalu hidup di sekitaran Kabupaten Dairi khususnya Sidikalang Kota. Siapa yang akan menanggulangi pembayaran jika lampu menyala terus?" ujar salah satu warga yang namanya enggan disebut, dikonfirmasi WahanaNew.co, Selasa (8/9/2026).
Warga menduga banyak PJU di wilayah Dairi tidak dilengkapi timer otomatis atau photocell sehingga tidak bisa mati-sala sendiri. Akibatnya terjadi pemborosan energi listrik dan pemborosan anggaran yang ditanggung Pemerintah kabupaten Dairi.
Warga meminta Pemerintah Kabupaten Dairi melalui Dinas terkait dan PLN ULP Sidikalang segera melakukan pengecekan dan perbaikan pada seluruh PJU. Pemasangan timer atau sensor cahaya dinilai mendesak agar lampu hanya menyala saat dibutuhkan.
Baca Juga:
Kredit Rp2.548 Triliun Masih Menganggur, BI Ungkap Penyebabnya
"Baik Lae, kami koordinasi dengan Pemkab, terkait lampu jalan aset pemkab," kata Kepala PT PLN ULP Sidikalang, Freddy Marudut Sinaga saat dikonfirmasi melalui WhatsApp terkait hal itu.
[Redaktur: Fernando]