SIDIKALANGNEWS.ID, Sidikalang - Kehadiran PT Dairi Prima Mineral (DPM) di Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, dinilai memberikan dampak terhadap kehidupan sebagian masyarakat, khususnya mereka yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas perusahaan.
Salah seorang warga Desa Bongkaras Kecamatan Silima Pungga-pungga, marga Siregar, mengungkapkan harapannya agar PT DPM tetap beroperasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Baca Juga:
Baru Kerja 20 Hari, ART Wakil Ketua DPRD Solo Gasak Perhiasan Belasan Juta
Ia mengaku kehidupannya saat ini jauh berbeda dibandingkan sebelum bekerja dan mendapatkan penghasilan dari perusahaan.
Siregar mengatakan, keberadaan PT DPM telah membantunya memenuhi kebutuhan keluarga, termasuk menyekolahkan anak, membangun rumah, hingga membeli sepeda motor.
“Saya sudah bisa menyekolahkan anak, bangun rumah dan beli motor. Kalau DPM tutup, matilah saya. Kehidupan saya saat ini bergantung ke DPM. Sebelumnya saya bekerja sebagai buruh kasar,” ujar Siregar, dikonfirmasi SidikalangNews.id, Selasa (22/9/2026).
Baca Juga:
Guruh Soekarnoputra Tutup Usia 73 Tahun, PDIP Kibarkan Bendera Setengah Tiang 7 Hari
Menurut Siregar, perhatian terhadap kesejahteraan pekerja dan keluarga juga menjadi salah satu hal yang dirasakannya. Ia menyebut jaminan kesehatan serta perhatian terhadap kebutuhan anak-anak menjadi bagian penting bagi kehidupannya.
"Jaminan kesehatan dan penanggulangan untuk anak-anak sangat diperhatikan DPM,” katanya.
DPM Siap Kembangkan Tambang Bawah Tanah
Sementara itu, PT Dairi Prima Mineral (DPM) mempertegas komitmen investasi dalam pengembangan tambang bawah tanah timah hitam (Pb) dan seng (Zn) di Kabupaten Dairi. Nilai investasi proyek tersebut disebut mencapai sekitar US$452 juta.