SIDIKALANGNEWS.ID, Sidikalang - Kehadiran PT Dairi Prima Mineral (DPM) di Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, dinilai memberikan dampak terhadap kehidupan sebagian masyarakat, khususnya mereka yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas perusahaan.
Salah seorang warga Desa Bongkaras Kecamatan Silima Pungga-pungga, marga Siregar, mengungkapkan harapannya agar PT DPM tetap beroperasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Baca Juga:
Iran Sodorkan Damai 7 Hari, Trump Malah Senewen dan Siap Jatuhkan Bom Lagi
Ia mengaku kehidupannya saat ini jauh berbeda dibandingkan sebelum bekerja dan mendapatkan penghasilan dari perusahaan.
Siregar mengatakan, keberadaan PT DPM telah membantunya memenuhi kebutuhan keluarga, termasuk menyekolahkan anak, membangun rumah, hingga membeli sepeda motor.
“Saya sudah bisa menyekolahkan anak, bangun rumah dan beli motor. Kalau DPM tutup, matilah saya. Kehidupan saya saat ini bergantung ke DPM. Sebelumnya saya bekerja sebagai buruh kasar,” ujar Siregar, dikonfirmasi SidikalangNews.id, Selasa (22/9/2026).
Baca Juga:
Rumah Diskon 70 Persen hingga Duit Rp850 Juta, Kasus Bupati Gowa Makin Terbuka
Menurut Siregar, perhatian terhadap kesejahteraan pekerja dan keluarga juga menjadi salah satu hal yang dirasakannya. Ia menyebut jaminan kesehatan serta perhatian terhadap kebutuhan anak-anak menjadi bagian penting bagi kehidupannya.
"Jaminan kesehatan dan penanggulangan untuk anak-anak sangat diperhatikan DPM,” katanya.
DPM Siap Kembangkan Tambang Bawah Tanah
Sementara itu, PT Dairi Prima Mineral (DPM) mempertegas komitmen investasi dalam pengembangan tambang bawah tanah timah hitam (Pb) dan seng (Zn) di Kabupaten Dairi. Nilai investasi proyek tersebut disebut mencapai sekitar US$452 juta.
Proyek tambang bawah tanah tersebut dirancang dengan penerapan metode penambangan yang mengedepankan aspek keselamatan, keberlanjutan, dan pengelolaan lingkungan.
Telah banyak kajian yang dilakukan sebelum tambang ini ini dibuka seperti kajian geologi, kajian pabrik (Grinding Circuit Design), Geotechnical Engineering, Kajian Tambang Bawah Tanah (Underground), Kajian Gempa/Seismic Hazard Assessment.
Kajian Metalurgi, Kajian Groundwater, Kajian Limbah B3, Kajian Baku mutu air limbah, kajian estimasi Sumber Daya dan Cadangan Mineral.
Salah satu metode yang disiapkan adalah backfilling, yakni pengisian kembali lubang bekas galian menggunakan material pengisi.
Metode tersebut bertujuan untuk meniadakan Dam Tailing Darat Permanen (Tailing Storage Facilities/TSF), membantu menjaga kestabilan struktur tambang bawah tanah dan mencegah penurunan permukaan tanah serta menjadikan material penutup tambang bersifat inert yaitu stabil secara kimia dan tidak reaktif.
Selain kegiatan operasional, perusahaan juga menyampaikan sejumlah program lingkungan dan tanggung jawab sosial. Salah satunya penanaman 198.000 bibit mangrove yang disebut telah dimulai pada 2024 di kawasan seluas 60 hektar untuk konversi hutan mangrove di peisir Langkat sebagai bagian dari komitmen lingkungan perusahaan ini.
Bagi masyarakat seperti Siregar, keberlanjutan kegiatan perusahaan tidak hanya berkaitan dengan investasi, tetapi juga menyangkut sumber penghidupan keluarga yang telah bergantung pada penghasilan dari aktivitas tersebut. Ada sekitar 150 orang lebih yang saat ini menjadi bekerja di PTDPM.
Di sisi lain, pelaksanaan kegiatan pertambangan tetap menjadi perhatian publik, terutama terkait aspek lingkungan, keselamatan, pemberdayaan masyarakat, dan pemenuhan ketentuan perizinan.
Karena itu, keterbukaan informasi dan pengawasan terhadap pelaksanaan kegiatan menjadi bagian penting agar manfaat ekonomi dapat berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan dan kepentingan masyarakat.
PT DPM dalam publikasi Bisnis Indonesia Edisi Khusus 81 Tahun menyatakan komitmennya untuk menjalankan kegiatan pertambangan yang memberikan manfaat ekonomi sekaligus memperhatikan lingkungan dan masyarakat sekitar.
[Redaktur: Fernando]