Julaspan sebelumnya berprofesi sebagai petani. Dari pernikahannya, ia dikaruniai empat orang anak. Tiga anak telah berkeluarga dan tinggal terpisah, sementara seorang anak tinggal bersama untuk membantu merawat kedua orang tuanya.
Menurut Leteria, kondisi ekonomi keluarga semakin sulit karena mereka tidak lagi mampu bekerja seperti sebelumnya.
Baca Juga:
Kebakaran di Sidikalang Dairi, Seorang Balita Meninggal Dunia
"Kami tidak pernah dapat bantuan apapun. Sebelumnya kami memang berdagang. Sekitar tahun 2016 saya tidak bisa jualan lagi karena sakit. Kami berdua sudah lama sakit-sakitan. Suami saya stroke dan tidak bisa bicara lagi, sudah empat tahun. Saya juga tidak bisa bekerja lagi kurang lebih 10 tahun," ujar Leteria saat dikonfirmasi SidikalangNews.id, Jumat (25/9/2026).
Dia berharap pemerintah dapat melihat langsung kondisi keluarganya dan memberikan perhatian, baik dalam bentuk bantuan ekonomi maupun pelayanan kesehatan.
"Kami sangat memohon bantuan pemerintah," harapnya.
Baca Juga:
Pemkab Dairi Minta Dukungan Masyarakat Fungsikan Jalan Ringroad, Truk Jumbo Dilarang Masuk Kota Mulai 1 Oktober 2026
Mereka pun berharap pendataan penerima bantuan sosial dapat terus dievaluasi agar bantuan diberikan kepada masyarakat yang benar-benar memenuhi kriteria sesuai ketentuan.
Pihak keluarga Sahat maupun Julaspan berharap Dinas Sosial Kabupaten Dairi bersama instansi terkait dapat melakukan verifikasi dan evaluasi terhadap kondisi mereka serta memberikan penjelasan mengenai mekanisme pendataan dan penetapan penerima bantuan.
Khusus bagi Julaspan dan istrinya, keluarga juga berharap Dinas Kesehatan Kabupaten Dairi dapat memberikan perhatian terhadap kondisi kesehatan keduanya.