SIDIKALANG.METROJAKARTANEWS.ID, Sidikalang - Kepedulian terhadap sampah plastik di Kota Medan terus digaungkan kalangan mahasiswa.
Sembilan mahasiswa Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sumatera Utara (USU) yang tergabung dalam komunitas kehumasan Ecovia, sukses menyelenggarakan main event kampanye Sehari Sebumi.
Baca Juga:
Kios Pupuk Bersubsidi di Sitinjo II Dairi Selalu Tutup, Petani Terancam Gagal Panen
Kampanye yang mengusung tema "Kurangi Hari Ini, Selamatkan Hari Esok" ini berfokus untuk mengedukasi masyarakat dalam pengelolaan sampah plastik di Kota Medan.
Kegiatan puncak tersebut digelar pada Kamis (08/10/2026) di Sanggar Anak Sungai Deli (Sasude), Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan.
Sebelum main event, kampanye Sehari Sebumi terlebih dahulu menyapa warga melalui kegiatan pre-event di Car Free Day (CFD), Lapangan Merdeka Medan
Baca Juga:
Parit di Kuta Gambir Sumbat Penuh Sampah, Pemkab Dairi Diminta Turun Tangan
Dihadiri Camat dan 19 Peserta
Kampanye puncak ini diikuti oleh 19 peserta dan turut dihadiri oleh Kepala Kecamatan Medan Maimun, Kepala Lingkungan XII Sei Mati, serta warga sekitar
Berbagai kegiatan edukatif digelar untuk membangun kepedulian terhadap lingkungan, mulai dari:
- Edukasi lingkungan tentang bahaya sampah plastik
- Aksi mengumpulkan sampah plastik (clean up) di sekitar Sungai Deli
- Permainan interaktif ramah lingkungan
- Penulisan pesan lingkungan
- Nominasi Eco Appreciation sebagai bentuk apresiasi kepada kelompok peserta
Ketua Panitia Sehari Sebumi, Lowla Santa Claudia Manurung, berharap kegiatan ini dapat menjadi pemantik kesadaran kolektif.
"Kami berharap peserta bisa lebih sadar bahwa sampah plastik adalah masalah bersama. Setelah kegiatan ini, mereka juga diharapkan bisa mengambil peran aktif dalam menjaga lingkungan, dimulai dari hal-hal sederhana di sekitar mereka," ujar Lowla dikonfirmasi MetroJakartaNews.id, Minggu (11/10/2026).
Bagikan Tumbler Sebagai Simbol Perubahan
Sebagai bentuk apresiasi, setiap peserta mendapatkan tumbler. Pemberian tersebut menjadi simbol dan pengingat bahwa upaya mengurangi sampah plastik dapat dimulai melalui kebiasaan sehari-hari, seperti menggunakan wadah minum yang dapat dipakai berulang kali.
Menurut Lowla, perubahan perilaku menjadi kunci utama setelah kampanye.
"Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi langkah awal bagi peserta untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan menerapkan kebiasaan yang lebih ramah lingkungan, bahkan setelah acara selesai," tutupnya.
Ia juga menambahkan bahwa melalui kampanye puncak Sehari Sebumi ini, pesan pengurangan sampah plastik dapat diteruskan oleh peserta ke lingkungan masing-masing.
Kampanye ini menekankan bahwa menjaga bumi tidak selalu harus dimulai dari langkah besar, tetapi dapat dilakukan dengan keputusan sederhana yang konsisten setiap hari.
[Redaktur: Fernando]