SIDIKALANG.METROJAKARTANEWS.ID, Sidikalang - Proyek pengaspalan di seputaran Kota Sidikalang, Kabupaten Dairi, menuai sorotan tajam dari warga.
Pasalnya, pekerjaan hotmix diduga kuat dikerjakan secara asal jadi, dihampar saat kondisi jalan masih basah usai diguyur hujan deras.
Baca Juga:
Di Ajang Hekrafnas, Wakil Dairi Juara 1 Putri Ekraf Sumatera Utara
Praktik tersebut terekam dalam sejumlah foto dan video yang beredar di media sosial. Dalam rekaman terlihat pekerja tetap menggelar aspal hotmix di malam hari, padahal permukaan jalan masih terlihat basah dan tergenang air.
Aktivis Pena Nusantara Bersatu, Bung Ham's, mengecam keras pekerjaan tersebut. Menurutnya, penghamparan hotmix di atas permukaan basah adalah pelanggaran fatal secara teknis dan jelas melanggar Spesifikasi Umum Bina Marga 2018 Revisi 2 Divisi 6.
Langgar Aturan Teknis Bina Marga
Secara aturan, pekerjaan hamparan campuran aspal panas tidak boleh dilakukan saat hujan, permukaan basah, atau tergenang air. Permukaan harus dalam kondisi kering dan bersih agar _tack coat_ (lem aspal) bisa merekat sempurna.
Baca Juga:
Pedagang Apresiasi Yon TP 908/Gajah Dompak Sosialisasikan Pasar Hewan Ternak di Sidiangkat Dairi
"Hotmix itu harus digelar di suhu 135 derajat ke atas. Kalau ketemu air hujan yang suhunya 25 derajat, suhu hotmix langsung drop. Hasilnya tidak akan padat, berpori, dan gampang lepas," ucap Bung Ham's dikonfirmasi MetroJakartaNews.id, Jumat (23/10/2026).
Ia menjelaskan, air yang terperangkap di bawah hamparan akan mendidih menjadi uap dan menimbulkan gelembung di dalam aspal. Dalam istilah teknik disebut stripping dan pumping. Daya rekat aspal hilang, agregat mudah terlepas.
Saat warga mempertanyakan hal tersebut kepada pengawas dari PU Bina Marga, jawabannya sangat mengecewakan.