"Secara teknis, belum ada aspal yang tahan dihampar saat hujan dan genangan. Kalau dipaksa, 1-2 minggu sudah pucat dan rontok, 1-3 bulan retak buaya, 3-6 bulan jadi lubang lagi," tambahnya.
Diduga Kejar Serapan Anggaran
Warga menduga pengerjaan malam hari usai hujan tersebut dilakukan hanya untuk mengejar serapan anggaran dan asal jadi, tanpa memperhatikan kualitas dan kuantitas pekerjaan.
Baca Juga:
Di Ajang Hekrafnas, Wakil Dairi Juara 1 Putri Ekraf Sumatera Utara
"Sayang amat anggaran ini. Kesannya asal jadi. Bulan depan sisip lagi jalannya. Asa adong ulaon taon naro. Sigurbak ulu tanpa peduli kualitas yang membanggakan. Maol do maju Dairi on molo songonon cara kerjanya," tandasnya.
Saat dihubungi MetroJakartaNews.id, melalui pesan WhatsApp, Kabid Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Dairi, Makarios Sagala, tidak memberikan jawaban.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pengerjaan Hotmix Jalan Merdeka, Pasaribu, juga tidak memberikan jawaban.
Baca Juga:
Pedagang Apresiasi Yon TP 908/Gajah Dompak Sosialisasikan Pasar Hewan Ternak di Sidiangkat Dairi
Warga meminta Bupati Dairi dan Inspektorat untuk turun langsung mengecek kualitas pekerjaan dan memberikan sanksi tegas jika terbukti melanggar spesifikasi teknis.
[Redaktur: Ropang]